SINJAI – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dalam rangka penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di wilayah Kabupaten Sinjai. Rakor ini menjadi langkah cepat pemerintah daerah dalam merespons lonjakan kasus campak yang terjadi belakangan ini. Selain itu, forum ini bertujuan menyatukan langkah seluruh perangkat daerah dalam mempercepat pelaksanaan imunisasi massal. Oleh karena itu, seluruh dinas terkait hadir dan aktif memberikan kontribusi dalam rapat strategis tersebut.
Pemerintah Kabupaten Sinjai menilai penanganan KLB campak memerlukan koordinasi lintas sektor yang solid dan terencana. Sekda Andi Jefrianto menegaskan bahwa respons cepat menjadi kunci utama memutus rantai penularan virus campak di masyarakat. Sementara itu, Dinas Kesehatan Sinjai telah menyiapkan tenaga kesehatan dan stok vaksin untuk mendukung pelaksanaan ORI. Dengan demikian, program imunisasi massal ini siap berjalan di seluruh wilayah Kabupaten Sinjai.
Sekda Pimpin Koordinasi Lintas Sektor
Sekda Andi Jefrianto membuka rakor dengan memaparkan situasi KLB campak terkini di Kabupaten Sinjai. Beliau menekankan bahwa setiap OPD harus bergerak cepat dan saling mendukung dalam pelaksanaan ORI. Selain itu, para camat diminta aktif memobilisasi warga agar membawa anak-anak ke pos imunisasi terdekat. Oleh karena itu, sosialisasi masif di tingkat kelurahan dan desa menjadi agenda prioritas yang harus segera dijalankan.
Rakor ini turut membahas teknis pelaksanaan ORI di lapangan, mulai dari penentuan pos imunisasi hingga jadwal pelayanan. Bahkan, panitia pelaksana juga memastikan ketersediaan vaksin campak di setiap puskesmas dan posyandu. Sementara itu, tenaga kesehatan mendapat penguatan kapasitas agar pelayanan imunisasi berjalan optimal. Dengan demikian, tidak ada anak yang terlewat dari jangkauan program ORI ini.
Baca Juga:Truk Rem Blong Tabrak Mobil di Sinjai-Bulukumba, 1 Patah Tulang
Target ORI Campak Sasar Anak Usia Rentan
Pelaksanaan ORI campak di Sinjai menyasar anak-anak usia 9 bulan hingga 13 tahun sebagai kelompok paling rentan. Dinas Kesehatan Sinjai menargetkan cakupan imunisasi mencapai minimal 95 persen dari total sasaran. Selain itu, tim kesehatan lapangan bergerak door-to-door untuk menjangkau anak-anak yang tidak hadir di pos imunisasi. Oleh karena itu, kolaborasi antara kader posyandu dan tenaga kesehatan menjadi tulang punggung keberhasilan program ini.
Pemerintah Kabupaten Sinjai juga menggencarkan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya imunisasi campak. Bahkan, tokoh masyarakat dan tokoh agama turut dilibatkan untuk memperkuat kepercayaan warga terhadap program ORI. Sementara itu, pemantauan kejadian ikutan pasca imunisasi juga berjalan ketat di setiap titik layanan. Dengan demikian, keselamatan dan kenyamanan peserta imunisasi tetap menjadi prioritas utama petugas di lapangan.
Sinjai Bagian dari KLB Campak Nasional
Kabupaten Sinjai masuk dalam daftar wilayah yang mengalami KLB campak di Sulawesi Selatan pada tahun 2026. Kementerian Kesehatan mencatat puluhan KLB campak terjadi di berbagai provinsi di Indonesia sejak awal tahun ini. Selain itu, cakupan imunisasi yang belum merata menjadi faktor utama meluasnya penularan virus campak di sejumlah daerah. Oleh karena itu, program ORI hadir sebagai respons cepat untuk memutus rantai penularan secara masif dan terstruktur.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan juga aktif mendukung pelaksanaan ORI di Sinjai melalui penguatan logistik dan tenaga ahli. Bahkan, koordinasi antara pemda dan provinsi berjalan intensif sejak status KLB resmi ditetapkan. Sementara itu, pengawasan kasus suspek campak terus diperkuat melalui sistem pelaporan 24 jam. Dengan demikian, Sinjai optimis mampu mengendalikan KLB campak dan melindungi generasi muda dari ancaman penyakit berbahaya ini.
Komitmen Pemkab Sinjai Jaga Kesehatan Warga
Sekda Andi Jefrianto menegaskan bahwa kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sinjai terus memperkuat sistem kesehatan daerah melalui program-program strategis yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Selain itu, penanganan KLB campak ini menjadi bukti nyata keseriusan pemda dalam melindungi generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program ORI di seluruh pelosok Sinjai.
Pemerintah mengajak seluruh orang tua untuk segera membawa anak mereka ke pos imunisasi terdekat tanpa menunda. Bahkan, layanan imunisasi ORI campak tidak dipungut biaya apapun bagi seluruh sasaran. Sementara itu, petugas kesehatan siap memberikan pelayanan terbaik di setiap titik pos imunisasi yang tersebar luas. Dengan demikian, Kabupaten Sinjai optimis bebas dari ancaman KLB campak dan mewujudkan generasi sehat yang tangguh di tahun 202