Sinjai – Pendidikan Inklusif terus menjadi komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai dalam memperluas akses belajar bagi seluruh anak tanpa terkecuali. Disdik Sinjai menjalin kerja sama dengan Balai Pemasyarakatan Kelas II Watampone untuk memastikan anak binaan tetap memperoleh hak pendidikan secara layak dan berkelanjutan.
Kepala Disdik Sinjai menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara, termasuk anak yang sedang menjalani pembinaan. Melalui kolaborasi ini, Disdik Sinjai dan Bapas Kelas II Watampone menyusun langkah konkret agar anak binaan dapat mengikuti proses belajar sesuai kurikulum yang berlaku.
Program Pendidikan Inklusif ini juga mendorong masyarakat untuk menghapus stigma terhadap anak binaan. Disdik Sinjai mengajak semua pihak melihat potensi dan kemampuan mereka, bukan kesalahan masa lalu. Dengan dukungan lingkungan yang positif, anak binaan dapat membangun kembali rasa percaya diri dan motivasi belajar.
Selain itu, Disdik Sinjai akan melakukan evaluasi berkala untuk memastikan program berjalan efektif. Evaluasi tersebut mencakup perkembangan akademik, kehadiran, serta partisipasi aktif peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
Melalui langkah ini, Pendidikan Inklusif tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi gerakan nyata yang membuka akses pendidikan seluas-luasnya. Disdik Sinjai menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan pendidikan yang adil, merata, dan berorientasi pada masa depan generasi muda.